BULAN puasa memang bulan yang dinanti-nantikan seluruh umat muslim. Wajar, setahun sekali umat muslim menjalaninya sebelum pada akhirnya merayakan hari kemenangan di hari Lebaran.
Selama sebulan penuh kita menjalani ibadah puasa, tak hanya menahan haus dan lapar seharian, tapi terpenting menahan nafsu. Memang, manusia selalu dikalahkan oleh nafsu. Makanya, di bulan suci dan penuh berkah ini, kita berusaha untuk bisa mengalahkan hawa nafsu itu.
Namun, keunikan yang selalu datang di bulan puasa tak pernah lekang oleh waktu. Ya, keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng). Mereka selalu memanfaatkan momentum bulan puasa untuk mengais rupiah.
Satu sisi, keberadaan mereka terkadang membuat miris, tapi jika diperhatikan, kadang membuat jengkel dan repot aparat terkait. Betapa tidak, keberadaan mereka yang terkoordinir ini membuat ‘rusak’ pemandangan.
Hampir di setiap tempat strategis, mereka beroperasi. Dengan dandanan yang ala kadarnya bahkan terbilang gembel, lusuh, dan bau mereka jadikan atribut mencari uang. Belum lagi dengan aksesoris perban atau corengan muka untuk membuat orang iba melihatnya.
Tapi begitulah kondisi yang ada. Semua seperti sudah menjadi kebiasaan, bahkan keharusan bagi mereka untuk menjalaninya. Ya, moga-moga saja, semua bisa diatasi.