Salah satu teroris asal Singapura berinisial MH alias Taslim atau Abu Hazam yang ditangkap di Palembang, Sumatera Selatan, tak hanya terlibat aksi terorisme di Indonesia. Dia diduga ikut merencanakan peledakan pesawat di Bandara Changi, Singapura, awal 2002 silam.
Pengamat terorisme Singapura, Rohan Gunaratma, mengatakan, rencana itu dikomandoi oleh Mas Selamet Kastari, teroris yang kabur dari penjara Singapura Februari 2008.
“Dia bekerja sebagai deputi Mas Selamat dalam rencana itu,” ujar Rohan seperti dikutip dari The Straits Times, Jumat (4/7/2008).
“Penangkapan Hassan memperjelas rencana kelompok teroris itu di Singapura,” lanjut Rohan.
Rohan yang pernah menulis buku tentang Al Qaeda mengatakan, pesawat yang akan dibajak dan diledakkan di Changi itu terbang dari Bangkok, Thailand.
Selain MH yang disebut sebagai Muhamad Hassan, masih ada 4 pelaku lain yang terlibat, yakni Husaini Ismail, Muhamed Rashid, Zainal Abidin, dan Ishak Mohamed Noohu. Kelimanya diyakini sebagai anggota Jemaah al Islamiyah.
Otoritas Singapura mendeteksi gerakan Hassan pertama kali pada Juni 2004. Pemerintah Filipina mem-black list mereka dan akan menangkapnya jika masuk ke Filipina. Interpol juga telah memburunya sejak pertengahan 2002.
Menurut surat kabar Singapura, Hassan adalah saudara Muhamed Husein Saynudin, teroris yang ditangkap tahun lalu. Namun, Rohan belum dapat memastikan hubungan keduanya.
Sebelumnya ditangkap, Muhamed Husein diketahui meninggalkan Singapura menuju Arab Saudi pada 2001. Selanjutnya, dia berlatih di kamp Lasykar Tayyiba di Pakistan. (detikcom)

